Buta Aksara dan Bahasa
Berada disuatu negara dengan bahasa yang tidak pernah kita
pelajari sebelumnya merupakan tantangan besar yang harus dihadapi. Pun yang
saya rasakan ketika harus tinggal di Thailand dalam beberapa bulan. Kendala
utama tentunya bahasa dan aksara yang tidak sama sekali dikuasai. Sehingga
dalam keseharianya untuk mengerti maksud atau keinginan orang lain, kita
cenderung menggunakan bahasa tubuh (gesture).
Sehingga potongan
potongan pesan yang tersampaikan tidak dapat dengan sempurna dimengerti, malah
yang ada hanya kelucuan saat melihat gesture
lawan bicara. hehe
Dari sedikit pengalaman yang pernah saya rasakan, sedikit tips
yang bisa anda lakukan sebelum tinggal dinegara yang bahasa ibunya bukan bahasa
Melayu ataupun Inggris diantaranya:
1. Tempat tinggal
Sebelum teman-teman
berencana untuk tinggal di negara lain, yang entah karena beasiswa, student exchange, tugas kampus, bekerja
taupun alasan lainya. Ada baiknya kita mencari di internet bagaimana tentang
kondisi daerah, bahasa, makanan dan bahkan krus mata uang di daerah tersebut.
2. Bahasa
Selain bahasa inggris, yang notabenya sebagai bahasa
Internasional, kita diharuskan untuk belajar bahasa negara tersebut. Kesalahan
yang saya lakukan adalah, tidak banyak praktik berbicara menggunakan bahasa
Thai. Persiapan yang saya lakukan hanya mendengarkan video bahasa Thai dan
sedikit praktik. Alhasil, kebingungan besar saya rasakan ketika berinteraksi
dengan mereka.
3. Tidak malu bertanya
Keterbatasan akan bahasa yang kita miliki, terkadang menjadikan
kita tertutup kepada orang lain. Perasaan malu bertanya, takut salah, kurang
Pede kerap melanda. memang hal tersebut wajar untuk beberapa waktu, namun jika
kita ingin bertahan lama di negara tersebut, mau tidak mau kita harus belajar
bahasa mereka secara langsung dengan para native.
Membawa buku catatan kecil ketika berinteraksi dengan mereka
menjadi salah satu alternatif yang bisa dipraktikan. Kosakata baru maupun
ungkapan ungkapan yang belum kita ketahui, dapat dituliskan di catatan
tersebut.
4. Sering-seringlah
bertanya
Sering bertanya menjadikan kita kaya akan kosa kata- kosa kata
baru. Serta belajar dengan siapapun, baik dengan orang yang umurnya lebih tua,
sebaya ataupun lebih muda daripada kita. Sehingga lambat laun, kita bisa
mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.
5. Jalan-Jalan
Ketergantungan dengan
teman, hanya akan menjadikan kita seorang penakut, takut salah bicara, takut
pergi kemana-mana. Padahal jika kita mau mencoba, banyak hal yang akan kita
dapatkan. Seperti teman baru, kosa kata baru serta kepercayaan diri.
6. Kamus
Dinegara yang memiliki tulisan bahasa mereka, yang tidak bisa kita
baca (bukan bahasa latin, eg: bahasa tagalog), ada baiknya kita membeli kamus.
Meskipun terkadang penggunaan kamus tersebut tidak banyak membantu, karena
perbedaan pengucapan dengan tulisan, namun kita bisa menunjukan tulisan yang
kita maksud dengan lawan bicara dan hal tersebut akan sangat membantu.
Komunikasi dikatakan
efektif adalah jika mampu menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlibat
dalam komunikasi. JIka tidak menginginkan adanya kesalah pahaman diakibatkan
dari salah mengartikan pesan tersebut, tips sederhana diatas bisa dicoba.
Selamat mencoba manteman,
semoga bermanfaat.

